| Pilpres Mendekat, Investor "Wait and See" |
|
|
|
| Written by www.kompas.com | |
|
Senin, 22 Juni 2009 | 07:41 WIB Pekan ini investor juga memperhatikan beberapa data makro ekonomi AS seperti penjualan rumah, sidang The Fed, dan angka GDP. "Meski terdapat kecenderungan konsolidasi, akan tetapi untuk perdagangan hari Senin kami perkirakan aksi beli terhadap saham bluechip masih akan berlanjut," tambahnya. Pekan lalu, Indeksh Harga Saham Gabungan secara kumulatif anjlok 4,81 persen dibanding pembukaan di 2.090,94 hingga penutupan 1.990,47. IHSG tidak terpuruk lebih dalam lagi karena tertolong oleh aksi bargain hunting pada perdagangan Jumat ditengah perdagangan yang relatif sangat berfluktuasi. "Indeks sempat anjlok ke level 1.922 sebelum akhirnya aksi bargain hunting dari investor mampu menyelamatkan indeks untuk kembali ke zona hijau," sebutnya. Menurutnya, pergerakan IHSG dipengaruhi oleh aksi ambil untung investor menyusul kenaikan yang sudah terlampau cepat pada 3 bulan terakhir. Berdasarkan data WPE Bloomberg terlihat price earning (PE) atau rasio harga IHSG berada di 22,23x, jauh diatas Hangseng 16,05x, Strait Times 12,08x dan KLCI 18,0x. Selain itu beberapa data makro ekonomi di AS yang menunjukkan sinyal resesi akan segera berakhir berhasil mengangkat sentimen investor di pasar regional pada perdagangan Jumat. Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sendiri cenderung melemah menyusul terus menguatnya dollar seiring dengan ekspektasi membaiknya perekonomian AS.
Comments (0)
![]() Write comment
|





